Posted by: andra on: Januari 19, 2010
Kita semua tahu netbook. Netbook menjadi topik yang hangat diperbincangkan saat ini karena membuat orang-orang mampu untuk memiliki sebuah komputer jinjing yang ringan, baterai tahan lama, bisa untuk produktivitas, dan dengan harga yang murah. Sangat cocok untuk seorangĀ bermobilitas tinggi yang sehari-harinya hanya menggunakan komputer untuk mengetik. Namun, apa yang terjadi apabila seorang pengguna netbook adalah seorang praktisi IT yang karena mobilitasnya membutuhkan sebuah komputer jinjing yang ringan, bisa dibawa ke mana-mana, cukup powerful untuk koding, namun tidak punya cukup dana untuk membeli sebuah laptop ultraportabel ? Bisakah netbook dipakai untuk coding ?
Jawaban untuk pertanyaan seperti itu adalah : Ya.
Netbookcukup kuat untuk dipakai untuk koding. It’s true. Saya menggunakan sebuah netbook untuk kegiatan sehari-hari, dan saya gunakan untuk membuat program mulai dari program web PHP dengan XAMPP, program C# dengan Visual Studio, program Silverlight dengan Expression, bahkan program Java dengan Netbeans.
Netbook kuat untuk melakukan semua itu. Diatas kertas pun terlihat dengan spesifikasi netbook dengan prosesor 1,6 GHz, memori 2GB, dan 250 GB HDD. Namun, jangan berharap bahwa koding dapat dilakukan secara cepat dan leluasa. Saat kompile dan saat melakukan sesuatu yang yang membutuhkan komputasi cukup berat netbook akan melambat dan membuat penggunanya harus menunggu beberapa saat. Di samping itu, layar netbook yang sangat kecil cukup membuat kode yang ditampilkan di layar hanya sedikit/kecil-kecil. Cukup mengganggu untuk seorang programmer yang sedang melakukan debug program dan harus melihat kode beribu-ribu baris, dan terpencar dalam berbagai file. Ouch.
But overall, untuk koding web terutama PHP, netbook berjaya. Cepat dan sigap, apalagi kalau hanya editing script. Memang harus menunggu beberapa saat apabila script yang dijalankan berat, tapi masih cukup tolerable.
Oleh karena itulah saya bilang “ya” pada pertanyaan di atas. Berguna saat saya ingin membuat program sederhana/atau debugging ringan dan tidak diburu-buru waktu. Once I cope with the small screen and the lag, it was ok
Anyway, share sedikit tentang spek netbooknya :
–
Asus eeepc 1005HA
1,6 Ghz Intel Atom N280
2 GB DDR2
250 GB HDD
Win 7 Starter
XAMPP, Visual Studio 2010 Beta 2, Expression 3, Netbeans 6.8, Notepad++ (alat koding paling mantap di netbook)
Maret 25, 2010 pada 1:44 am
heem , kk kalo untuk netbook dengan Spesifikasi Elevo sebagai netbook dengan prosesor Intel Atom dan layar 10,1 inci tak Spesifikasi Elevo Cocoon Mantis A10116: Prosesor: Intel Atom N270 (1,6GHz, 512MB cache, . bagus ga buat coding ?
Maret 26, 2010 pada 8:33 am
kalau untuk coding pada netbook, yang harus diperhatikan adalah :
- keyboard yang nyaman
- RAM (kalau untuk saya 2 GB)
- dan hard disk (untuk IDE dan temp file kalau perlu, kalau saya 250 GB)
kalau untuk prosessor sih tidak begitu masalah, mirip-mirip antara atom n270 dengan n450 yang baru, perbedaannya tidak signifikan walau untuk n450 daya tahan baterenya lebih lama.