Posted by: andra on: Desember 12, 2010
From now on, this blog is officially closed.
see you @ the new place in http://yuandraismiraldi.net !
Posted by: andra on: Maret 26, 2010
Jadi, hari ini menjelang makan siang, saya baru mengetahui salah satu burger favorit saya, yaitu Mr.Moo burger, ternyata punya mobil keliling ! (wooow). Dan lebih kagetnya lagi, ternyata mobil keliling ini sejak minggu lalu mangkal di depan gerbang depan ITB ! Yay ! *langsung goyang goyang kegirangan*
Seperti biasa, langsung lah saya menuju TKP gan setelah sukses menyeret orang ini ! *wuush*
Dan.. Ternyata, mobilnya benar ada !
*yang tampangnya gede banget itu adalah orang yang berhasil saya seret hehe
Well, cerita dikit tentang mr.Moo burger ini, jadi dia adalah salah satu restoran burger di kota Bandung ini. Yang menarik, burger yang disediakan isinya bisa bermacam-macam ! Jadi pelanggan dapat memilih antara daging panggang, daging cincang, atau pun telor. Atau bahkan bisa tiga-tiganya digabung !. Coba saja bayangkan sepasang roti burger, yang di tengahnya diisikan daging panggang 2 buah, telor ceplok, keju, dan daging cincang.. Lalu diolesi dengan mayonase dan saos tomat/sambal. Looks good !
Harganya di sini juga tidak terlalu mahal, mulai dari 11 ribu rupiah untuk burger dengan isi sebuah daging panggang, sampai menu all star 27 ribu rupiah untuk kombinasi super nampol daging panggang kombo telor kombo daging cincangĀ kombo keju. Lumayan bukan ? Salah satu menu favorit saya adalah menu burger isi daging panggang dan telor ceplok. Sangat nampol, lumayan mengganjal perut, dan dengan harga 13 ribu rupiah saja ^^ *
*disclaimer dulu : semua harga adalah berpatokan pada harga kemaren (kamis 25 maret 2010) saat saya mencoba mr moo mobil itu
Oh iya hampir lupa, selain burger mr Moo ini juga menyediakan makanan lain seperti hot dog.. Tampak lumayan walau saya belum pernah mencoba. Sayangnya karena berupa mobil keliling stok makanannya hanya sedikit dan cepat habis. Kalau datang terlalu siang siap siap menu pilihan anda (terutama yang favorit) kehabisan.. xD
Soo, for a quick recap :
Overall, great burger with medium prices. Better than mcd but still less than BK / Raffles though.
Harga : 10 ribuan – 20 ribuan
Kapasitas : gak ada kapasitas, soalnya Cuma stand mobil keliling aja.
+ makanannya enak
+ harganya lumayan menarik
+ deket banget dari ITB (secara di gerbang depan gitu lho)
- Stok makanannya sedikit
- Gak ada tempat duduk
How to get here :
Bisa dimana-mana karena mobil keliling, tapi untuk sementara katanya mangkal pas di gerbang depan ITB.. Just go there and watch the white van with red marks on it. That’s Mr Moo’s travelling car
Posted by: andra on: Januari 23, 2010
Melanjutkan dari posting yang ini, kali ini saya akan menceritakan bagaimana langkah-langkah saya dalam membuat setting network shared folder di windows 7.
Langkah-langkah untuk melakukan penyettingan ini sebenarnya mudah saja :
Tampak mudah ? Tentu.
Sayangnya, memang hal yang tampak mudah ternyata dalam kenyataannya menjadi (sangat) sulit.
Settingan di atas tampak hanya berhasil apabila pengguna komputer hanya menggunakan komputer tersebut dengan cara ‘biasa’, setinggan koneksi pakai router, tidak pakai firewall tambahan, dll.
Sedangkan saya ? Untuk mengkoneksikan komputer dan netbook saya menggunakan kabel lan cross dengan menggunakan ip statik (ip cuma beda satu digit terakhir, subnet mask sama), kemudian untuk firewall menggunakan windows7firewall control yang benar-benar memberikan pilihan program apa saja yang boleh lewat (saya gak suka komputer saya memberikan data-data tanpa seijin saya). Disamping itu komputer saya juga terhubung ke internet via modem (yang berarti komputer saya memiliki multiple network, hal yang cukup membuat hal ini lebih rumit -_-)
Bila di data langkah per langkah inilah permasalahannya :
- Setting ip statik
Langkah pertama, karena langsung pakai kabel lan cross, tanpa router maka settingan ip diset statik. Pastikan settingan ip dan subnet mask benar. (cara paling gampang, set ip : xxx.xxx.xxx.xxy, (hanya berbeda di digit terakhir dan subnet mask 255.255.255.0)
- Coba ping – General Failure Error
Setelah ip diset, cek apakah bisa mengirim data dari komputer ke netbook dengan ping.
Masalah yang muncul pada ping biasanya adalah general failure error. Hal ini terjadi karena sistem tidak bisa mengirimkan paket ping karena diblok. Masalah ini biasa terjadi apabila menggunakan firewall tambahan seperti norton atau windows 7 firewall control. Pastikan program “general process service windows” dalam bentuk file scvhost bisa mengakses lokal.
Masalah lain yang bisa terjadi adalah destination host unreachable, hal ini karena tujuan tidak ditemukan. Masalah ini biasa selesai apabila langkah 4 telah dilakukan.
- Set shared folder
Set folder mana yang bisa dishare, cukup klik kanan di foldernya dengan windows explorer dan pilih share.
- Setting network yang berbeda
Nah, masih ingat change advanced share setting yang ada di bagian kiri atas di network and sharing centre ? Di situ perubahan setting dapat dilakukan seperti network discovery, file sharing, dll. Yang penting dilihat di sini adalah windows membagi network dalam tiga jaringan, yaitu public, work, dan home. Kalau misal hanya terkoneksi pada satu komputer saja maka menganggap semua jaringan sebagai public tidak masalah (walau sebenarnya tidak disarankan). Apabila seperti saya, dimana komputer desktop terkoneksi dengan internet, maka sebagai akibatnya desktop saya akan sudah terkoneksi kepada sebuah jaringan public. Apabila saya menset enable file sharing di public, tentu akan menimbulkan potensi bahaya keamanan.
Oleh karena itu, sebaiknya yang dilakukan adalah menset file sharing hanya pada home saja. Akan tetapi, hal ini menimbulkan masalah baru, dimana network baru dengan cable cross yang telah dibuat antara netbook dan dekstop secara otomatis akan diset menjadi public network oleh windows 7 dan tidak ada pilihan bagaimana untuk merubahnya kembali. xD
Setelah berkutat lama, akhirnya ketemu juga cara untuk mengakalinya. Dengan menggunakan komputer yang hanya terkoneksi pada network yang dimaksud saja (dalam hal ini netbook saya), buka windows eksplorer, lalu pilih network. Akan timbul notifikasi di atas dimana network discovery belum diaktifkan (tentu saja, karena jaringan masih dalam bentuk public). Klik notifikasi itu, dan akan muncul pilihan yaitu no, jangan aktifkan file sharing untuk public, dan yes, aktifkan file sharing untuk publik. Jangan pilih yang kedua, tetapi pilih yang pertama. Entah knapa windows akan mengubah jaringan yang terkoneksi sekarang, yaitu sebelumnya (unidentified network, public), secara otomatis menjadi work. (yang sampai sekarang saya tak tahu kenapa.. xD) Sekarang, mestinya public share pada komputer akan terdeteksi via netbook.
- Masalah pada tiap kali koneksi
Untuk tiap kali koneksi, biasanya akan butuh user dan password. Masukkan sekali saja dan pilih save agar secara otomatis terkoneksi. Sayangnya tiap kali mencopot kabel lan, permasalahan sebelumnya kembali muncul, sehingga setiap kali mencopot dan memasang kabel harus melakukan lagi langkah sebelumnya untuk membuat network yang terdeteksi menjadi public.
- Network shared folder sudah bisa dipakai. Give it a shot ! Works wonders with synctoy
Fiuuuh..
Akhirnya beres juga. Sebenarnya microsoft memberikan fitur yang lebih gampang untuk sharing, yaitu via homegroup. Sayangnya sampai sekarang saya masih belum bisa menset network yang saya punyai menjadi home. Mungkin nanti kalau saya masih penasaran saya akan coba lagi
Posted by: andra on: Januari 23, 2010
Sekarang ini, banyak orang yang menggunakan lebih dari satu komputer untuk melakukan pekerjaan. Seeperti saya contohnya, di rumah saya menggunakan satu buah komputer desktop, dan untuk pekerjaan sehari-hari di luar rumah saya biasa menggunakan sebuah netbook. Kasus seperti ini banyak sekali terjadi dan sudah merupakan kondisi umum yang tidak terbatas untuk orang-orang IT saja.
Dengan cara kerja seperti ini, pada ujung-ujungnya akan menimbulkan pertanyaan : Bagaimana jika ada sebuah pekerjaan, yang siang harinya saya kerjakan di luar rumah menggunakan netbook dan malam harinya saya ingin kerjakan di rumah menggunakan desktop. Apabila pekerjaan tersebut hanya terdiri dari satu file saja tentu akan gampang solusinya dengan mengkopi file tersebut dari netbook ke komputer. Tapi, apa yang akan terjadi apabila pekerjaan tersebut terdiri dari banyak file, dan terpisah-pisah ? Tentu akan sangat merepotkan sekali apabil a harus emngecek satu-satu mana file yang telah dirubah dan harus saya kopikan kembali ke desktop. Memang, bisa saja mengkopi keseluruhan folder tempat file-file kerjaan tersebut, namun apabila sudah bekerja dengan banyak folder dan ribuan file kegiatan ini akan sangat memakan waktu dan tidak efesien.
Bagaimana solusinya ?
Saya tahu, cara paling gampang adalah dengan melakukan sinkronisasi antara netbook dan desktop akan folder-folder yang berisi pekerjaan saya. Selidik punya selidik mengobrak-ngabrik fitur bawaan windows, namun ternyata tidak ditemukan fitur seperti itu. Akhirnya beralih ke google dengan keyword “syc files between two computers”. Menemukan banyak program berbayar, tapi ternyata fitur-fitur yang ada cukup sulit. Pencarian pun diteruskan sampai akhirnya menemukan solusi menarik dan ideal. Synctoy.
Synctoy, yang sekarang sudah versi 2.1., adalah sebuah program kecil yang gratis dari microsoft yang membuat penggunanya mampu untuk melakukan sinkronisasi file antara dua komputer dengan mudah. Prinsipnya sederhana : pertama-tama definisikan dulu sebuah pasangan folder (folder pair) yaitu dua folder yang ingin isinya disinkronisasikan. Setelah itu, tinggal pilih mode sinkronisasi, apakah dua arah atau satu arah, lalu voila ! Sinkronisasi folder sudah untuk dijalankan dengan menekan satu tombol saja. Simple dan mudah.
Sebenarnya banyak sekali fitur dari synctoy ini yang masih bisa diutak-utik, seperti bagaimana melakukan sinkronisasi folder secara otomatis, jenis file apa saja dalam folder yang akan disinkronisasikan, dan lain-lain, namun untuk kali ini secara tumben microsoft menyediakan help yang cukup lengkap dan semua dapat dilihat di situ. (curiga yang buat programmer IT sehingga help pun cukup detail dan tidak bertele-tele
)
Anyway, synctoy berguna. Sekarang saya menggunakan synctoy untuk sinkronisasi folder pada netbook dan desktop saya dengan menggunakan network shared folder (walau ini agak repot untuk menset network shared foldernya pada win 7, nanti akan saya posting pengalaman saya disini), dan hasilnya benar-benar nyaman. Tinggal click, dan file-file pekerjaan saya akan mampu tersinkronisasi dengan mudah. Dan yang menarik, synctoy tersedia dalam dua versi, versi 32 dan 64 bit. Silahkan download synctoy di sini
Posted by: andra on: Januari 19, 2010
Kita semua tahu netbook. Netbook menjadi topik yang hangat diperbincangkan saat ini karena membuat orang-orang mampu untuk memiliki sebuah komputer jinjing yang ringan, baterai tahan lama, bisa untuk produktivitas, dan dengan harga yang murah. Sangat cocok untuk seorangĀ bermobilitas tinggi yang sehari-harinya hanya menggunakan komputer untuk mengetik. Namun, apa yang terjadi apabila seorang pengguna netbook adalah seorang praktisi IT yang karena mobilitasnya membutuhkan sebuah komputer jinjing yang ringan, bisa dibawa ke mana-mana, cukup powerful untuk koding, namun tidak punya cukup dana untuk membeli sebuah laptop ultraportabel ? Bisakah netbook dipakai untuk coding ?
Jawaban untuk pertanyaan seperti itu adalah : Ya.
Netbookcukup kuat untuk dipakai untuk koding. It’s true. Saya menggunakan sebuah netbook untuk kegiatan sehari-hari, dan saya gunakan untuk membuat program mulai dari program web PHP dengan XAMPP, program C# dengan Visual Studio, program Silverlight dengan Expression, bahkan program Java dengan Netbeans.
Netbook kuat untuk melakukan semua itu. Diatas kertas pun terlihat dengan spesifikasi netbook dengan prosesor 1,6 GHz, memori 2GB, dan 250 GB HDD. Namun, jangan berharap bahwa koding dapat dilakukan secara cepat dan leluasa. Saat kompile dan saat melakukan sesuatu yang yang membutuhkan komputasi cukup berat netbook akan melambat dan membuat penggunanya harus menunggu beberapa saat. Di samping itu, layar netbook yang sangat kecil cukup membuat kode yang ditampilkan di layar hanya sedikit/kecil-kecil. Cukup mengganggu untuk seorang programmer yang sedang melakukan debug program dan harus melihat kode beribu-ribu baris, dan terpencar dalam berbagai file. Ouch.
But overall, untuk koding web terutama PHP, netbook berjaya. Cepat dan sigap, apalagi kalau hanya editing script. Memang harus menunggu beberapa saat apabila script yang dijalankan berat, tapi masih cukup tolerable.
Oleh karena itulah saya bilang “ya” pada pertanyaan di atas. Berguna saat saya ingin membuat program sederhana/atau debugging ringan dan tidak diburu-buru waktu. Once I cope with the small screen and the lag, it was ok
Anyway, share sedikit tentang spek netbooknya :
–
Asus eeepc 1005HA
1,6 Ghz Intel Atom N280
2 GB DDR2
250 GB HDD
Win 7 Starter
XAMPP, Visual Studio 2010 Beta 2, Expression 3, Netbeans 6.8, Notepad++ (alat koding paling mantap di netbook)
Posted by: andra on: Januari 19, 2010
Pasti banyak dari kita yang sering mendengar istilah netbook ini. Kadang kala, istilah netbook sering disalahartikan sebagai sebuah laptop ultraportabel. Kedua hal yang sebenarnya mirip tapi berbeda ini seringkali disamakan, padahal memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama pada peruntukannya.
Apa saja bedanya ?
Mari dibahas dari hal yang paling mendasar : spesifikasi.
Untuk netbook, perbedaan yang sangat jelas terlihat pada ukuran layar serta prosesor yang digunakan. Ukuran layar pada netbook berukuran kurang dari 12″, seperti 11″, 10″, bahkan 8.9″. Prosesor yang digunakan pun adalah prosesor single core, contohnya adalah prosessor atom dari Intel. Clock yang dimiliki prosesor ini pun sangat kecil, hanya 1.6 Ghz.
Selanjutnya, masuk ke baterai. Baterai pada netbook dapat bertahan sangat lama, karena ditunjang dengan prosesor yang sangat rendah daya, serta ukuran layar yang kecil. Saat ini netbook yang ada di pasaran mempunyai daya tahan baterai minimal 6 jam, bahkan untuk model terbaru bisa sampai 8-10 jam minimal. Bentuk yang kecil membuat berat netbook sangat ringan, rata-rata netbook di pasaran mempunyai berat 1-1,5 kg saja.
Untuk laptop ultraportabel, ukuran layar paling kecil biasanya 12″, walau kadang ada beberapa jenis yang berukuran 8.9″ atau 11″. Prosesor pada laptop ultraportabel sangat berbeda level dengan netbook, yaitu minimal dual core seperti intel Dual Core ULV. Baterai pada laptop jelas kalah daripada netbook, karena konsumsi daya pada laptop lebih besar. Saat ini rata-rata laptop di pasaran hanya mampu bertahan 6 jam saja, itupun dengan penggunaan daya minimal. Seringan-ringannya laptop, bentuknya dengan ukuran layar minimal 12″ membuat rata-rata laptop ultraportabel mempunyai berat minimal 1,5 kg lebih.
Masuk ke peruntukan, di sinilah perbedaan netbook dan laptop ultraportabel yang paling kelihatan. Karena mengusung prosesor single core sehingga tidak cocok untuk melakukan komputasi yang berat. Hal ini membuat netbook hanya cocok untuk kegiatan kerja minimal seperti mengetik, membuat presentasi, dan web browsing. Sedangkan laptop ultraportabel, karena prosesor yang jauh lebih kuat membuat laptop bisa dipakai untuk gaming, graphic editing, bahkan video editing.
Tampak jelas dari perbandingan di atas bahwa netbook sangat cocok untuk everyday use, sedangkan laptop ultraportabel lebih cocok untuk seorang power user. Akan tetapi, harga netbook ($300an) yang jauh lebih rendah daripada harga laptop ultraportabel($1500an ke atas) membuatnya menjadi pilihan yang sangat menarik untuk orang-orang dengan mobilitas tinggi yang memerlukan laptop namun budget terbatas.
Posted by: andra on: Oktober 13, 2009
Posted by: andra on: September 30, 2009
Kemaren baru aja dapet oleh oleh serabi notosuman dari temen yang baru pulang kampung
Rasanya lumayan enak, renyah renyah gitu tapi rada dingin (mungkin gara-gara dibawa pulangnya naek kereta kali yah semalem).
It’s my first time makanan serabi pake daun loh ! Hohoho
Posted by: andra on: September 28, 2009
Sedikit posting sebelum tidur..
Kamar gw sebelum terjadinya perang bersih bersih kamar beberapa hari kemaren, dan bawahnya lagi sesudah dibersihin..
Terlihat bedanya ? ;D
Posted by: andra on: September 27, 2009
Waw..
Banyak yang telah terjadi yah..
Well, saatnya membuat lembaran baru, untuk masa depan dan diri gw yang lebih baik
Btw,
First post from enjave ^^
Komentar Terakhir